Sekolah Tinggi Teologi (STT) Mamasa melaksanakan ujian skripsi bagi 21 mahasiswa program sarjana pada 22–24 Oktober 2026. Kegiatan ini berlangsung di kampus STT Mamasa, Bamba Buntu, Desa Buntu Buda, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, sebagai salah satu tahapan penting dalam penyelesaian studi mahasiswa.
Sebanyak 21 mahasiswa mengikuti ujian skripsi tersebut, yang terdiri atas 15 mahasiswa Program Studi S-1 Teologi dan 6 mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Agama Kristen (PAK). Pelaksanaan ujian ini merupakan bagian dari proses akademik untuk mengevaluasi kemampuan mahasiswa dalam menyusun, mempresentasikan, dan mempertanggungjawabkan hasil penelitian ilmiah sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing.
Melalui ujian skripsi, mahasiswa diberikan kesempatan untuk memaparkan hasil penelitian yang telah disusun selama proses studi. Tim penguji melakukan penilaian terhadap penguasaan materi, ketepatan metode penelitian, kemampuan analisis, serta relevansi hasil penelitian dengan persoalan yang dikaji.
Pelaksanaan ujian skripsi ini juga menjadi bagian dari komitmen STT Mamasa dalam menjaga mutu akademik dan mendorong budaya ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Proses tersebut diharapkan dapat membentuk lulusan yang tidak hanya memiliki pemahaman teologis dan kompetensi pendidikan, tetapi juga mampu berpikir kritis, bertanggung jawab, serta memberikan kontribusi nyata bagi gereja dan masyarakat.
Di bawah kepemimpinan Stepanus, S.Th., M.Pd.K., M.Si., STT Mamasa terus menjalankan proses pendidikan yang menekankan pengembangan kapasitas akademik dan pembentukan karakter mahasiswa. Ujian skripsi menjadi salah satu tahapan untuk memastikan bahwa mahasiswa mampu mempertanggungjawabkan hasil pembelajarannya melalui karya ilmiah yang disusun secara sistematis dan dapat dipertanggungjawabkan.
Bagi mahasiswa Program Studi S-1 Teologi, penelitian yang dilakukan diharapkan dapat memperkaya pemahaman teologis serta memberikan sumbangan pemikiran bagi kehidupan bergereja dan pelayanan. Sementara itu, mahasiswa Program Studi S-1 Pendidikan Agama Kristen diharapkan mampu menghasilkan kajian yang relevan dengan pengembangan pendidikan Kristen dan praktik pembelajaran.
Dengan terlaksananya ujian skripsi selama tiga hari tersebut, STT Mamasa berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan tahapan akademik ini dengan baik dan melanjutkan proses penyelesaian studi sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya penelitian sebagai bagian dari pendidikan tinggi, serta peran STT Mamasa dalam mempersiapkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap mengabdikan diri bagi gereja, dunia pendidikan, dan masyarakat.
R.A
